BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Kamis, 23 Desember 2010

CAntik Dengan BUah Alami 
Cara untuk Mendapatkan kecantikan wajah adalah dengan masker, baik yang buatan ataupun secara alami yag terbuat dari berbagai jenis buah-buahan. banyak sekali jenis buah-buahan yang bisa digunakan untuk membuat masker alami, beberapa diantaranya yang mudah ditemui disupermarket adalah alpukatr,stoberi,  lemon dan anggur.
  • Strawbery
Buah berwarna merah ini banyak mengandung salisilat yang merupakan salah satu jenis asam beta-hidkroksi yang membantu mengencangkan kulit,silica,serta vitamin B,C,E dan K. dengan kemampuannya menyehatkan dan memanjakan kulit, masker strawbery baikdipakai untuk hampir semua jenis kulit.
  • Alpukat
Alpukat kaya akan asam amino dan vitamin sehingga cocok digunakan sehingga cocok digunakan sebagai masker pencegahan penuaan dini pada kulit wajah.
  • Anggur
Kaya akan trace mineral, kalsium, magnesium,potassium, vitamin B1, B2, B3, B5, B6, C dan senyawa-senyawa flvonoid. baik untuk kulit kering, lembab ataupun kulit rusak.
  • Lemon
Mengandung vitamin A, C, B1, B2, daN b3. Sangat baik untuk kulit berminyak, namun lotion-nya juga bekerja efektif pada kulit normal. dapat digunakan setiap hari. 

Senin, 06 Desember 2010

Mangrove

Pengertian Hutan Mangrove

Mangrove merupakan formasi-formasi tumbuhan pantai yang khas di sepanjang pantai tropis dan sub tropis yang terlindung. Formasi mangrove merupakan perpaduan antara daratan dan lautan. Mangrove tergantung pada air laut (pasang) dan air tawar sebagai sumber makanannya serta endapan debu (silt) dari erosi daerah hulu sebagai bahan pendukung substratnya. Air pasang memberi makanan bagi hutan dan air sungai yang kaya mineral memperkaya sedimen dan rawa tempat mangrove tumbuh. Dengan demikian bentuk hutan mangrove dan keberadaannya dirawat oleh pengaruh darat dan laut. (FAO, 1994).



Karakteristik Hutan Mangrove


Karakteristik hutan mangrove dapat dilihat dari berbagai aspek seperti floristik, iklim, temperatur, salinitas, curah hujan, geomorphologi, hidrologi dan drainase. Secara umum, karakteristik habitat hutan mangrove digambarkan sebagai berikut (Bengen, 2000):


* Umumnya tumbuh pada daerah intertidal yang jenis tanahnya berlumpur, berlempung atau berpasir.
* Daerahnya tergenang air laut secara berkala, baik setiap hari maupun yang hanya tergenang pada saat pasang purnama. Frekuensi genangan menentukan komposisi vegetasi hutan mangrove.
* Menerima pasokan air tawar yang cukup dari darat.
* Terlindung dari gelombang besar dan arus pasang surut yang kuat. Air bersalinitas payau (2-22 permil) hingga asin (hingga 38 permil).


Struktur Vegetasi Hutan Mangrove


Hutan mangrove meliputi pohon-pohonan dan semak yang terdiri dari 12 genera tumbuhan berbunga (Avicennia, Sonneratia, Rhizophora, Bruguiera, Ceriops, Xylocarpus, Lumnitzera, Laguncularia, Aegiceras, Aegiatilis, Snaeda dan Conocarpus) yang termasuk ke dalam delapan famili (Bengen, 2000).

Selanjutnya, menurut Bengen (2000) bahwa vegetasi hutan mangrove di Indonesia memiliki keanekaragaman jenis yang tinggi, namun demikian hanya terdapat kurang lebih 47 jenis tumbuhan yang spesifik hutan mangrove. Paling tidak di dalam hutan mangrove terdapat salah satu jenis tumbuhan sejati penting/dominan yang termasuk ke dalam empat famili: Rhizophoraceae (Rhizophora, Bruguiera dan Ceriops), Sonneratiaceae (Sonneratia), Avicenniaceae (Avicennia) dan Meliaceae (Xylocarpus).